Loading...
MASIGNCLEANSIMPLE101

GK Foundation adakan acara Rawatan Negeri - Hutan Kaya, Lingkungan Terjaga, Rakyat Sejahtera

Jakarta,jurnal34news.com-Hutan dan Lingkungan Hidup merupakan kekayaan hayati Indonesia yang telah sejak dahulu kala menjadi penyangga kehidupan masyarakat.

Pemanfaatan areal hutan oleh warga di sekitarnya merupakan konsekwensi dan realita dari upaya warga memenuhi kebutuhan hidupnya. Makin bertambah jumlah warga, tak elak menambah luas
wilayah pemanfaatan hutan.

Pemerintahan Republik Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden
Jokowi memandang hal ini sebagai potensi ekonomi dengan memberdayakan masyarakat sekitar hutan dengan berprinsip pada kesimbangan antara pelestarian hutan dan kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah hutan.
Foto:Panitia Acara Rawatan Negeri

Di luar masalah hutan, di masyarakat perkotaaan, salah satu problema
utama adalah mengenai sampah.

Persoalan sampah bukan hanya menjadi persoalan domestik Indonesia saja,tetapi hal ini sudah menjadi kekhawatiran dan ketakutan masyarakat global dan dunia Internasional. Isu sampah plastik yang masuk ke peraian dan laut (marine plastic litter danmicroplastic) menjadi penyebab utamanya. Ancaman kerusakan dan kepunahan ekosistemperairan dan laut serta berdampak secara langsung terhadap kesehatan manusia (human health).

Pemerintah Indonesia telah menerbitkan Peraturan Presiden No. 97 Tahun 2017 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengelolaan Sampah (JAKSTRANAS).

JAKSTRANAS merupakan momentum besar penataan sistem pengelolaan sampah di Indonesia. Target pengelolaan sampah 100% pada tahun 2025, dengan pengurangan sampah 30% dan penanganganan sampah 70%.

Kondisi ini adalah merupakan perubahan paradigma besar dalam pengelolaan sampah selama ini.

Angka pengurangan sampah 30% memberikan makna bahwa paradigma pengelolaan sampah memberikan titik tekan pada kebijakan up-stream (hulu), dengan mindset 3R (reduce, reuse, recycle). Sehingga dalam konteks itu, upaya-upaya melahirkan kebijakan pencegahan/pembatasan sampah serta kebijakan circular economy menjadi pendekatan baru yang terus didorong dengan percepatan yang tinggi.

Dalam konteks itu, Bank Sampah sebagai salah satu pilar tumbuhnya circular economy harus terus didorong menjadi social capital yang permanen dalam pranata sosial masyarakat Indonesia. Kondisi ini akan optimal apabila terjadi perubahan perilaku di masyrakat melalui gerakan masyarakat (movement), dalam konteks itu KLHK juga mendorong hal ini tumbuh dengan cepat.

Disamping upaya peningkatan kapasitas pemerintah daerah terus dilakukan, dalam konteks itu pemerintah juga berupaya menetapkan berbagai kebijakan yang mendorong dan menstimulasi upaya daerah dalam pengelolaan sampah. Instrumen kebijakan itu dapat berupa skema DID (dana insentif daerah) ataupun mekanisme DAK (Dana Alokasi Khusus) bagi pengelolaan sampah.

Langkah-langkah tersebut sudah mulai menunjukkan tren yang baik, indikatornya berbagai daerah mulai mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang mendorong terjadinya pengurangan sampah di daerahnya, baik itu pencegahan/pembatasan sampah ataupun circular economy. Upaya ini juga secara simultan terus dilakukan dalam meningkatkan tanggung jawab dari produser (extended produser responsibility) dalam pengurangan sampahnya. Banyak produser sudah menunjukkan upaya-upaya positif dalam bentuk program road map pengurangan sampah dari produk atau packaging produknya.

Menyikapi hal tersebut diatas, GK Foundation bekerja sama dengan Kantor Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengadakan acara Rawatan Negeri, dengan tema Hutan Kaya, Lingkungan Terjaga, Rakyat Sejahtera, yang di selenggarakan pada Hari Sabtu 6 Oktober 2018 di Area Arboretum, Kantor Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya direncanakan akan  membuka dan menghadiri acara tersebut.

Kegiatan ini dilakukan dengan tujuan memberikan pengetahuan kepada masyarakat luas tentang pengelolaan Perhutanan Sosial dan cara pengolahan sampah.

Khusus mengenai sampah, GK Foundation membentuk kelompok kerja “Galang Komunitas Hijau Indonesia”, (GKHI) yang merupakan kader-kader yang akan di latih untuk menjadi duta sampah di lingkungan mereka masing-masing.

Selain itu juga akan diadakan Takshow, dengan nara sumber ; Rosa V. Retnawati SH M.Sc., Dirjen Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3,Dr. Ir. Bambang Supriyanto M.Sc, Dirjen Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan.

Parjan, Inisiator Ecowisata Kalibiru, Kulon Progo
Sandy Canester, Penyanyi & Pemerhati Lingkungan Hidup
Dengan Moderator Premita Fifi, Founder KiPerIndonesia.com
Serta Kelik Wirawan Wahyu Widodo, Ketua Umum GK Foundation.

Dalam kegiatan ini juga dilakukan Workshow, Exhibition, Presentation, Experience dan Sharing.

Penulis:Dea
Share This Article :

KASUS NARKOBA