Loading...
MASIGNCLEANSIMPLE101

Oknum Karyawan PT. JIEP Di duga Terima Pungli Sebesar Rp. 1.500.000/bulan

keterangan Foto : Penggusuran Pedagang di Kawasan JIEP Pulogadung, Jakarta yang di lakukan oleh pihak Petugas Kebersihan dan Keamanan dari PT. JIEP, Kamis (5/10). Dok (Agung)

Jurnal34news.com, Jakarta- Pembongkaran para pedagang kaki lima di kawasan industri Pulo gadung, Jakarta Kamis (5/10) dilakukan oleh Security dan petugas kebersihan kawasan PT JIEP. Pembongkaran pedagang di jalan Rawabali 1 dan 2 dalam kawasan PT Jakarta Industrial Estate Pulogadung (JIEP) yang di kordinatori oleh Naga, Sunarto, dan Sopyan.

Pembongkaran PKL dimulai dari jam 9.00 s/d jam 11.00, Nana Udrayana selaku ketua pedagang dikawasan pada saat pembongkaran kepada rekan media saat dikonfirmasi mengatakan direktur JIEP bertangungjawab atas semua pembongkaran yang dilakukan oleh PT. JIEP, karena kami dari pedagang sudah melakukan audensi yang telah diterima oleh manajemen PT JIEP pada hari Jumat 28 September 2018 lalu, dan belum mengahasilkan kata sepakat dari kedua belah pihak.

Namun kenyataannya lain PT. JIEP malah arogan dengan membongkar PKL dikawasan jiep di jalan rawabali 1dan 2,  Jiep memang benar menyediakan tempat relokasi Food Center rawa bali namun sangat memberatkan para pedagang dengan menerapkan biaya sewa Rp.35.000/hari/grobak dan Rp.50.000/hari/kontener dan juga memungut uang pada saat pendaftaran sebesar Rp. 200 ribu/ pkl sebagai jaminan, yang sangat kami beratkan kalau kami sudah masuk ke tempat relokasi apabila melakukan pembayaran harus dengan kasir dimana kami tidak terima uang cash secara langsung dari pembeli, serta untuk pemasok kebutuhan dagang dipasok dari pihah Jiep Mart serta waktu untuk berjualan dibatasi dari jam 07.00 s/d 17.00," kata nana

Nana menambahkan PT. JIEP tidak menghetahui secara langsung dilapangan bagaimana para karyawan atau buruh pabrik ingin makan atau minum pada saat jam istirahat karena waktu istirahat mereka terbatas, dan kondisi keuangan mereka sangat terbatas kalau mereka ingin makan atau minum di tempat food center rawabali mereka tidak cukup uang dan harus membayar kontan tidak bisa berhutang.

Disatu sisi Bapak Agus selaku wakil ketua perdagangan dikawasan JIEP menuturkan, bahwa ada oknum Karyawan PT. JIEP yang telah melakukan pungutan liar (Pungli) sebesar Rp. 1.500.000 tiap bulannya.

Pada saat terjadi pembongkaran di jalan rawabali 1 dan 2 di saksikan petugas dari Polsek Cakung, Koramil, Satpol PP ( satpol PP hanya menonton saja) dan dari pihak PT JIEP juga ikut menyaksikan pembongkaran tersebut. Tampak terlihat kekecewaan dari para pedagang yang berjualan dagangannya di obrak-abrik oleh petugas kebersihan dan keamanan PT. JIEP.
Fketerangan foto :  Korban Penggusuran Pedagang dikawasan PT. JIEP Jakarta, Kamis (5/10). Dok (Agung)


Saya dagang disini sudah lama hampir 20 tahun, saya berdagang untuk memenuhi kebutuhan sekolah anak anak kami dirumah tidak untuk mencari kekayaan kata seorang nek tayi sambil terisak isak tangis melihat warungnya dibongkar.

Penulis   : Agung Nugroho
Editor      : Witra
Share This Article :

KASUS NARKOBA