Loading...
MASIGNCLEANSIMPLE101

Perampok Dan Pembunuh Sopir Taxi Online, Akhirnya Diringkus Polisi Tangerang




Jurnal34news.com - TANGERANG - Pelaku perampokan yang disertai pembunuhan seorang sopir Taxi online dan mayatnya dibuang disebuah sungai daerah Pasar Kemis serta sempat gegerkan warga di kabupaten Tangerang beberapa hari ini, akhirnya berhasil ditangkap Polisi dari Polresta Tangerang, Polda Banten.

Hal tersebut terungkap dalam sebuah konferensi pers yang digelar di lobby Polresta Tangerang  oleh Kapolresta Tangerang Kombes Pol Sabilul Alif SH. SIK. MSi dihadapan wartawan media cetak, online dan elektonik, termasuk awak media ini, Senin11/18) Siang.

"Berhasil mengungkap kasus pembunuhan berencana dan pencurian dengan kekerasan yang terjadi pada Rabu (7/11) dengan korban pria inisial JST (68), TKP (tempat kejadian perkara) di Pasar kemis, Tangerang, dan pelaku inisial FRD (17)," Ungkap Kombes Pol Sobilul Alif.


Lebih jauh, orang nomer satu dijajaran Polresta Tangerang yang dikenal publik dekat dengan Alim ulama, tokoh masyarakat, agama, dan pemuda serta warga diwilayah hukumnya ini, menambahkan, pelaku inisial FRD berhasil diamankan pihaknya berselang dua hari dari waktu kejadian.

"Pelaku FRD berhasil ditangkap Rabu (9/11) di Sunter, Tanjung Priok, Jakarta Utara, berdasarkan pengakuan pelaku FRD telah melakukan pembunuhan dan pencurian dengan kekerasan bersama ke dua temanya inisial RL dan RZK (masih dalam penyelidikan)," Imbuhnya.

Masih kata pemegang tongkat komando Polresta Tangerang yang khas dengan senyum simpul nan humanis, namun tegas dalam penegakan hukum tanpa tebang pilih ini, selain berhasil mengamankan terduga pelaku, pihaknya berhasil mengamankan berbagai barang bukti (BB) di TKP dan hasil kejahatan pelaku.

"BB yang berhasil diamankan di TKP, diantaranya, 1 kemeja, 1 celana panjang, 1 tali pinggang, 1 celana dalam, 1 utas tali tambang, 1 buah karung plastik berisikan batu coran, 1 unit mobil korban Mitsubishi No Pol B 2743 BFE warna hitam, 1 dompet yang berisi STNK, 1 kunci kontak mobil, 1 bilah pisau, 1 unit HP Samsung, 1 celana levis, 1 kaos, 1 kartu layanan atasnama JST, 1 buah HP Advan," bebernya.

Lanjut perwira Polri dengan bunga melati tiga dipundaknya (Kapolresta) yang juga dikenal publik hobby santuni anak anak Yatim piatu dan kaum Dhuafa ini, akibat perbuatanya pelaku terancam hukuman seumur hidup atau hukuman mati.

"Pelaku disangkakan pasal 340 subsider 365 ayat 2 ke 1e, 2e, ayat 3 dan ayat 4 KUHP, ancaman hukuman pidana penjara seumur hidup atau hukuman mati atau penjara selama-lamanya 12 tahun," pungkasnya ramah.(BY)
Share This Article :

KASUS NARKOBA