Loading...
MASIGNCLEANSIMPLE101

ESENSI DAN URGENSI DATA KEPENDUDUKAN



Jurnal34news.com - Pada tanggal 19 Desember 2018 ditengah hingar bingar persoalan panjang mengenai KTP elektronik, akte kelahiran, disaat musibah terjadi seperti di NTB dan Palu yang mana data tersebut sering disorot apabila terjadi ketidak cocokan misalnya data kemiskinan, data DPT khususnya menjelang Pemilu Langsung pada  bulan April 2019 mendatang.
Berdasarkan alasan tersebut Sekjen LPER  Dr. Francisca Sestri  menginisiasi dilakukan diskusi panel menggandeng Kemendagri dan OJK, menghadirkan para narasumber yang berpengalaman dibidang masing - masing  antara lain
Dr. Ir. Gede Suratha ( Sesditjen Dukcapil Kemendagri), Irnal Fiscal Lutfi (OJK), Donny BU (Kominfo), Oscar (Peneliti dan Pengamat Sosial) dan  dr. Reisa Broto Asmoro (Smartcitizen) dengan tujuan mengedukasi masyarakat agar memahami esensi dan pentingnya pemanfaatan data diri sejak lahir hingga meninggal dunia

Menurut Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh Sh., MH. Dirjen Dukcapil Kemendagri selaku tuan rumah sekaligus keynote speaker acara yang diberi thema "Kongkow Smart Citizen" menekankan, bahwa data diri itu sangat penting dan menjadi identitas setiap warga negara yang wajib dilindungi hak haknya. Ketika Penduduk akan mengakses segala  kepentingan administrasi, data kependudukan, pembayaran, pajak, keperluan keimigrasian, pembukaan rekening bank, asuransi, pembelian kendaraan bermotor dll akan menggunakan NIK (No Induk
Kependudukan), yang nantinya akan diimplementasikan sebagai single identity number. Oleh karenanya masih menurut Zudan, masyarakat di era digital sekarang, harus benar-benar cermat, smart dan hati- hati dalam menggunakan data diri tersebut.
Sementara Doni BU staf ahli Menkominfo  mengatakan di era digital ini, apabila masyarakat tidak cermat dalam memggunakan KTP elektronik maka akan merugikan diri sendiri dan bisa dimanfaatkan oleh kepentingan orang lain.

Ia berharap Undang undang perlindungan data diri yang sudah masuk prolegnas DPR RI diharapkan tahun 2019 sudah dapat disahkan dan program "single identity number" dapat selesai tepat waktu.
Acara interaktif ini ditutup dengan rangkuman kesimpulan oleh dr. Reisa Purbo Asmoro bahwa masyarakat di himbau agar memiliki kepedulian akan pentingnya data diri mulai akte kelahiran, KTP, akte perkawinan,kematian dan seterusnya sebagai identitas yang melekat pada diri kita. (Sestri/Dea)
Share This Article :

KASUS NARKOBA