Loading...
MASIGNCLEANSIMPLE101

KSDA Jakarta Translokasi 11 Buaya Muara Ke PPS Cikananga Sukabumi



Jurnal34news.com - Jakarta - Barat - Direktorat Jendral Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (Ditjen KSDAE), Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam menginflentasikan aksi nyata konservasi satwa liar yang dilindungi dengan menggandeng para pihak, diantaranya, 'Jakarta Animal Aid Network' (JAAN)  guna persiapan pelaksanaan translokasi 11 (sebelas) ekor buaya muara (Crocodylus Porosus) dari Pusat Penyelamatan Satwa (PPS)  Tegal Alur Jakarta barat, ke PPS Cikananga, Sukabumi, Jawa-barat.

Hal tersebut terungkap dalam sebuah 'konferensi pers' yang dipimpin langsung oleh Kepala Balai KSDA Jakarta Ahmad Munawir S.Hut. Msi, didampingi perwakilan JAAN Benvika serta kepala PPS Cikananga Onno di Aula PPS Tegal alur, Jakarta barat. Kamis (06/12/18).


Kepala Balai KSDA Jakarta yang akrab disapa publik dengan sapaan Bung Ahmad tersebut, menyampaikan, PPS Tegal alur merupakan tempat transit sementara satwa liar yang dikelola oleh BKSDA Jakarta dan Kementrian Ligkungan Hidup. Satwa-satwa yang hendak di translokasi tersebut merupakan hasil dari sitaan dan temuan serta penyerahan sukarela dari Masyarakat yang akan dirawat sementara sebelum adanya penetapan penyaluran satwa (animal disposal) oleh Dirjen KSDAE untuk pelepas liaran maupun translokasi ke Lembaga Konservasi atau Penangkaran.

"Saat ini, tercatat 202 ekor satwa menempati PPS Tegal alur, baik yang dilindungi maupun tak dilindungi. Diantaranya Buaya muara sebanyak 11 ekor yang merupakan hasil penyerahan Masyarakat dari tahun 2017 sampai dengan tahun 2018, penyerahan tersebut berasal dari Ciputat (Tangerang selatan), Meruya (Jakarta barat), Koja (Jakarta utara), Jatisampurna, Jatiasih, (Bekasi), Ciledug (Kota Tangerang) dan BSD Tangerang selatan," Paparnya dihadapan puluhan wartawan Cetak, Online maupun Elektronik.

Lebih jauh, Ahmad menambahkan, Status buaya muara merupakan satwa liar yang dilindungi Peraturan Pemerintah Nomer 7 (tujuh) tahun 1999, dirawat oleh PPS Tegal Alur dengan mempertimbangkan prinsip kesejahteraan satwa (animal welfare), pemeriksaan kesehatan terakhir dilakukan tanggal (13/11/18), pemeriksaan tersebut dilakukan untuk mengetahui kondisi fisik dan mental telah siap untuk di translokasi ke Sukabumi, Jawa barat.

"Sebagaimana fungsi PPS Tegal alur sebagai tempat perawatan satwa yang bersifat sementara dan mengurangi resiko kematian serta mengedapankan prinsip kesejahteraan satwa (animal welfare) di PPS Tegal alur, maka BKSDA Jakarta dan JAAN mengupayakan agar dilakukan translokasi ke PPS Cikananga, Sukabumi, Jawa barat," Imbuhnya.

Menurut Ahmad, secara keseluruhan rencana translokasi buaya muara telah dipersiapkan dengan baik sesuai dengan ketentuan per Undang-Undangan, mulai dari kesediaan pihak BKSDA Jawa barat dan PPS Cikananga untuk menerima dan akan merawat Satwa, termasuk persetujuan Ditjen KSDAE, penerbitan Surat Angkut Tumbuhan dan Satwa Dalam Negri (SATS-DN) serta hasil pemeriksaan kesehatan.

"Berdasarkan kesiapan seluruh pihak, maka rencana translokasi buaya muara (Crocodylus Porosus) sebanyak 11 (sebelas) ekor akan dilaksanakan Kamis (06/12/18) bekisar pukul 19.00 WIB dengan menggunakan minibus dari PPS Tegal alur, Jakarta barat, menuju ke PPS Cikananga, Sukabumi, Jawa barat," Bebernya kembali.

Diakhir 'konferensi pers' kepala balai KSDA Jakarta yang juga dikenal ramah nan humanis ini, menyampaikan himbauan publik ke Masyarakat untuk menyerahkan satwa yang di lindungi secara sukarela jika memelihara satwa-satwa yang dilindungi, dan pihaknya tidak akan memproses hukum.(BY)
Share This Article :

KASUS NARKOBA