Loading...
MASIGNCLEANSIMPLE101

Harapan Momen Damai Aremania dan Bonek di Final Piala Presiden 2019


Hanif Sjahbandi kembali berlatih bersama Arema FC setelah memperkuat Timnas Indonesia U-23 di Asian Games 2018. (Bola.com/Iwan Setiawan)


Jurnal34news.com, Jakarta - Gelandang Arema FC Hanif Sjahbandiangkat bicara soal final Piala Presiden 2019 yang mempertemukan dua kelompok suporter Aremania dan bonek. Dia berharap pertemuan nanti menjadi momen perdamaian bagi pendukung.
"Saya sangat berharap, dengan final ini, justru memberikan sesuatu yang sangat berbeda dan belum pernah terjadi, yaitu bersatunya dua kelompok suporter yang nggak pernah aku," ucap Hanif, dilansir Bola.net.
"Ini yang benar-benar saya harapkan," sambungnya.
Pendukung kedua tim dikenal tidak akur. Korban sudah jatuh akibat rivalitas Aremania dan bonek, termasuk hingga meregang nyawa.
Persebaya akan menjadi tuan rumah leg pertama, yang bakal dihelat di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Selasa (9/4/2019). Kemudian, Arema FC akan menjadi tuan rumah pada leg kedua, yang dijadwalkan digelar di Stadion Kanjuruhan Kabupaten Malang, Jumat (12/4/2019). Kedua pertandingan ini rencananya akan disiarkan secara langsung oleh Indosiar.
Rindu Damai

Hanif mengaku rindu dengan perdamaian di kancah sepak bola. Pemain berusia 22 tahun ini pun yakin semua pihak, sejatinya, juga menginginkan adanya perdamaian.
"Siapa sih, yang nggak ingin damai, bersahabat, dan semacamnya? Kita semua pasti ingin," tegas Hanif.
"Karenanya, saya ingin agar momen final ini bisa menyatukan kita. Saya nggak ingin momen ini justru menjadi hal yang tidak baik, apalagi jika sampai ada korban," imbuhnya.
Momentum Sepak Bola Jawa Timur
Sementara itu, manajemen Arema FC juga berharap agar pertemuan antara tim berlogo singa mengepal tersebut dan Persebaya bisa disikapi dengan lebih positif. Media Officer Arema FC, Sudarmaji, berharap agar pertemuan dua tim asal Jawa Timur ini bisa menjadi bukti bahwa kawasan itu merupakan barometer sepak bola Indonesia.
"Pertemuan klasik antara Arema FC FC dan Persebaya jangan dilihat dari sisi bahayanya, tapi seharusnya lebih dari sisi prestasi kedua tim," kata Sudarmaji.
"Piala Presiden ini merupakan ajang bergengsi yang mengundang animo besar kedua kelompok suporter. Karenanya, ekspos prestasi kedua tim lebih penting ketimbang lainnya. Hal ini agar kedua tim bisa menampilkan laga berkualitas," ia menandaskan.
Sumber: Bola.net

Jurnal34news.com, Jakarta - Gelandang Arema FC Hanif Sjahbandiangkat bicara soal final Piala Presiden 2019 yang mempertemukan dua kelompok suporter Aremania dan bonek. Dia berharap pertemuan nanti menjadi momen perdamaian bagi pendukung.
"Saya sangat berharap, dengan final ini, justru memberikan sesuatu yang sangat berbeda dan belum pernah terjadi, yaitu bersatunya dua kelompok suporter yang nggak pernah aku," ucap Hanif, dilansir Bola.net.
"Ini yang benar-benar saya harapkan," sambungnya.
Pendukung kedua tim dikenal tidak akur. Korban sudah jatuh akibat rivalitas Aremania dan bonek, termasuk hingga meregang nyawa.
Persebaya akan menjadi tuan rumah leg pertama, yang bakal dihelat di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Selasa (9/4/2019). Kemudian, Arema FC akan menjadi tuan rumah pada leg kedua, yang dijadwalkan digelar di Stadion Kanjuruhan Kabupaten Malang, Jumat (12/4/2019). Kedua pertandingan ini rencananya akan disiarkan secara langsung oleh Indosiar.
Rindu Damai

Hanif mengaku rindu dengan perdamaian di kancah sepak bola. Pemain berusia 22 tahun ini pun yakin semua pihak, sejatinya, juga menginginkan adanya perdamaian.
"Siapa sih, yang nggak ingin damai, bersahabat, dan semacamnya? Kita semua pasti ingin," tegas Hanif.
"Karenanya, saya ingin agar momen final ini bisa menyatukan kita. Saya nggak ingin momen ini justru menjadi hal yang tidak baik, apalagi jika sampai ada korban," imbuhnya.
Momentum Sepak Bola Jawa Timur
Sementara itu, manajemen Arema FC juga berharap agar pertemuan antara tim berlogo singa mengepal tersebut dan Persebaya bisa disikapi dengan lebih positif. Media Officer Arema FC, Sudarmaji, berharap agar pertemuan dua tim asal Jawa Timur ini bisa menjadi bukti bahwa kawasan itu merupakan barometer sepak bola Indonesia.
"Pertemuan klasik antara Arema FC FC dan Persebaya jangan dilihat dari sisi bahayanya, tapi seharusnya lebih dari sisi prestasi kedua tim," kata Sudarmaji.
"Piala Presiden ini merupakan ajang bergengsi yang mengundang animo besar kedua kelompok suporter. Karenanya, ekspos prestasi kedua tim lebih penting ketimbang lainnya. Hal ini agar kedua tim bisa menampilkan laga berkualitas," ia menandaskan.
Sumber: Bola.net

Share This Article :
JURNAL34NEWS

KASUS NARKOBA