Loading...
MASIGNCLEANSIMPLE101

KEJAKSAAN RI BERHASIL MENANGKAN GUGATAN ARBITRASE YANG DIAJUKAN IMFA, SELAMATKAN KEUANGAN NEGARA SEBESAR US $ 469 JUTA/Rp.6,68 TRILIUN


JURNAL34NEWS.COM-- Kejaksaan RI melalui Jaksa Pengacara Negara (JPN) pada Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara (JAM Datun) Kejaksaan Agung RI yang mewakili Pemerintah RI berhasil memenangkan gugatan arbitrase Internasional yang diajukan Indian Metal Ferro and Alloy Limited (IMFA), sehingga keuangan negara sebesar US $ 469 juta atau lebih kurang sebesar Rp.6,68 Triliun berhasil diselamatkan. Hal ini sebagaimana disampaikan Jaksa Agung RI, Dr. (H.C.) H.M. Prasetyo bersama Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani, SE, M.Sc, Ph.D didampingi JAM datun, Loeke Larasati Agoestina dan Sekjen Kemenkeu, Hadiyanto pada saat gelar konferensi pers dengan para awak media di Kejagung RI, Jakarta Selatan.
Putusan Arbitrase Internasional di Den Haag, Belanda menolak gugatan IMFA (sebuah perusahaan yang bergerak dibidang pertambangan). IMFA dihukum untuk mengembalikan biaya yang dikeluarkan selama proses arbitrase kepada pemerintah RI sebesar US $ 2,975,017 dan GBP 361,247.23.
Keberhasilan penanganan perkara ini didukung oleh kerja sama tim terpadu yang dibentuk berdasarkan Perpres Nomor 17 Tahun 2016 tentang Tim Penanganan Gugatan Arbitrase IMFA dengan Jaksa Agung sebagai leading sector yang telah diberikan Kuasa Khusus dari Presiden RI.
Lebih lanjut Jaksa Agung RI memberikan kuasa substitusi kepada tim Jaksa Pengacara Negara dan Kantor Hukum Simmons & Simmons yang bekerja sama dengan Kantor FAMS Lawyer.
Gugatan yang diajukan oleh IMFA terhadap pemerintah RI pada tanggal 24 Juli 2015 dengan alasan adanya tumpang tindih IUP (Izin Usaha Pertambangan) yang dimiliki oleh PT. SRI dengan 7 perusahaan lain akibat adanya permasalahan batas wilayah yang tidak jelas.
Dengan adanya tumpang tindih IUP tersebut, IMFA mengklaim bahwa pemerintah RI telah melanggar BIT India-Indonesia dan mengklaim Pemerintah RI untuk mengganti kerugian kepada IMFA sebesar US $ 469 juta/sekitar Rp.6,68 Triliun. (Bsr)
Share This Article :
JURNAL34NEWS

KASUS NARKOBA