Loading...
MASIGNCLEANSIMPLE101

Ketua Umum PerPani (Panahan Indonesia) Kelik Wirawan W, membuka secara resmi Grand Indonesia Open ARCHERY CHAMPIONSHIP 2018

Denpasar-Bertempat di lapangan Niti Mandala, Renon, Denpasar Bali, Kejuaraan Grand Indonesia Open Archery Championship, resmi dibuka oleh Kelik Wirawan W,  Ketua Perpani yang baru terpilh, yang hadir di dampingi calon Wakil Ketua Umum Perpani, Eko Nugroho

Ratusan pemanah se-Tanah Air termasuk partisipan dari Malaysia, Singapura dan Thailand ambil bagian dalam Indonesia Grand Open Archery Championship 2018 yang mulai dilaksanakan pada  10 hingga 14 Desember 2018.

Acara pembukaan kejuaraan tersebut berlangsung meriah ditengah teriknya sinar matahari. 

Seremonial pembukaan dilakukan dengan persembahan tarian kolosal Rama dan Sinta, dimana Dewa Rama diminta membidik rusa dengan menggunakan anak panah. Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Kelik Wirawan W,  resmi membuka Indonesia Grand Open Archery Championship 2018 dengan satu kali bidikan anak panah.
Seusai membuka acara, Ketum PP Perpani didampingi Ketum Pengprov Perpani Bali IGN Wisnu Mataram, dan Ketum Pengkot Perpani Denpasar Nyoman Lodra menyampaikan apresiasinya karena kejuaraan yang baru pertama kali di gelar ini dapat terlaksana di Pulau Dewata. Nyoman Lodra berharap panahan tidak saja menjadi olahraga prestasi tetapi juga rekreasi yang mampu berkontribusi terhadap kepariwisataan di Tanah Air.

“Kita dari pengurus dalam kejuaraan ini akan melakukan pemantauan barangkali diantara beberapa orang atlet ini ada yang berpotensi. Intinya kegiatan ini selain memasyarakatkan juga bisa menjadi daya teropong bagi atlet yang potensial,” ujarnya.

Ketua Panitia Rizal Barnadi dalam laporannya menyampaikan bahwa tujuan kejuaraan ini sesuai dengan visi misi PP Perpani yakni meningkatkan prestasi dan memasyarakatkan olahraga panahan di Indonesia.

Sementara dari tuan rumah, Ketua Umum Pengprov Perpani Bali I Gusti Ngurah Wisnu Mataram mengatakan andalan Bali dalam kejuaraan ini adalah pemanah Denpasar dan Buleleng yang dinilai cukup potensial. Namun untuk bidikan medali emas, Wisnu Mataram belum berani mentarget, mengingat saingan berat dari DKI Jakarta, Yogyakarta, Aceh, Kalimantan, dan Papua juga menurunkan pemanahnya yang berkaliber Nasional dalam event kali ini.

“Sementara kita belum berani mentarget, karena lawan kita tangguh-tangguh ini. Ada DKI, Yogja, Aceh, Kalimantan, dan Papua, semua kelasnya Nasional semua ini,” ungkapnya.
Indonesia Grand Open Archery Championship 2018 mempertandingkan sejumlah kategori yakni Standartbow, Recurve, Compound, serta Barebow dengan total hadiah yang diperebutkan senilai Rp.100 juta.(DS)
Share This Article :
JURNAL34NEWS

KASUS NARKOBA