Loading...
MASIGNCLEANSIMPLE101

Pedagang Pasar Jalur Kebon Pala Berharap Solusi Dan Kepastian Dari Pihak Kecamatan Penjaringan



Jurnal34news.com- Selasa pagi (18/12/2018) Pasar jalur kebon Pala Pejagalan Penjaringan  Jakarta Utara ramai dengan Kegiatan, namun bukan keramaian seperti biasa ada transaksi  para pedagang dan pembeli, tapi Pasar ini di datangi sekitar 200 Satpol PP , Anggota Kepolisian , Bawaslu, dan Anggota TNI.Sore hari nya, Pasar ini Di tentukan Nasibnya Oleh Lurah Pejagalan yang datang memeriksa hasil Bersih-bersih pengurus dan pedagang sayur yang di laksanakan selama 3 hari sebelum nya.“ ini Kok belum Bersih ya, “ Inilah ungkapan yang di lontarkan Lurah Pejagalan Yogara Fernandez, Ketika datang Kelokasi Pasar jalur Tersebut, “ Pohonnya Belum ada, sampahnya masih ada” Kata lurah Pejagalan ini.Hartono, pengurus pasar Jalur kebon Pala Di RW  07 yang Di akui Kepengurusan nya oleh lurah Pejagalan ini, tertunduk dan tidak bisa berkata apa-apa.Setelah itu Lurah Pejagalan Yogara Fernandez langsung mengumpulkan para pedagang jalan kebon Pala Pejagalan Penjaringan  Jakarta Utara (18/12/2018). Dalam pertemuan para pedagang sayur itu juga di hadiri Binmas Pejagalan dan Babinsa serta warga yang turut menyaksikan Solusi dan kepastian para pedagang jalan Kebon Pala Pejagalan Penjaringan jakarta Utara, 30 pedagang yang dikumpulkan Lurah Pejagalan itu membicarakan tentang  nasib pedagang yang sudah 3 hari tidak berjualan, hal ini himbauan dan keinginan camat yang di sampaikan Yogara Fernandez tentang kebersihan yang diminta dianggap belum bersih.Padahal selama 3 hari keja bakti yang dilakukan Garda Bintang Timur dan pedagang sudah nampak tertata dan finishing pengecatan trotoar.Dari pertemuan yang di sampaikan  Yogara Fernandez disepekati para pedagang untuk membersihkan sampah lahan dagangnya sisa jualan.Dan pedagang pun malam ini kembali kerja bakti bersama merapihkan lahan dan jalan Kebon Pala.“Pedagang ditentukan nasibnya berdagang dari pedagangnya sendiri." Ujar Lurah Pejagalan.Sambung Yogara"  Pedagang nantinya aka berjualan kembali namun harus disepakati waktu berjualan, mulai gelar jualan jam 20.00 s/d 06.00." Sambung Yogara.“Saya ingin Menurunkan Anggota PPSU Kelurahan Pejagalan, tetapi di larang oleh Camat penjaringan, karena camat ingin Serius melihat para pedagang ini membersikan sendiri bekas tumpukan sampah tersebut” Ujar Yogara.Lanjut,nya untuk membeli pohon tanaman tidak perlu pake modal,Minta aja saya kira di kasih,Pasar jalur ini masih kotor, dan Ketentuan nya nanti di tentukan oleh kami  dan camat’ Tukas Lurah pejagalan ini.Para pedagang terdiam, Bak lagi ikut ujian yang di anggap belum lulus oleh gurunya, pedagang hanya termangu mendengar penjelasan lurah.“Saya kasih satu hari lagi  sampai 2 hari atau sampai hari kamis, untuk di bersihkan lagi,nanti kami cek, apakah sudah bersih atau belum, yang menentukan saya dan camat penjaringan “ Ujarnya.“Kami kuat menempatkan personil Satpol PP di pasar ini, sampai 1000 hari pun kami kuat , nah masalah nya kalian pedagang kuat apa tidak,saya minta mulai sekarang di rapihkan, antara RW 014 dan Rw 07, agar bersama-sama “ tutur Yogara Fernandez.Ketika awak Media ingin minta penjelasan mengenai camat tidak diturunkannya pasukan orange, Yogara enggan menjawab dengan alasan  " sudah sudah tadi jelaskan, ini waktu akan memasuki badug maghrib",kemudian  lurah pejagalan ini buru-buru mengendarai sepeda motornya sambil bergegas Lurah pejagalan ini menaiki sepeda motor bersama asisten nya.(team)
Share This Article :
JURNAL34NEWS

KASUS NARKOBA