Loading...
MASIGNCLEANSIMPLE101

Kapolres Ciamis Menghadiri Seminar Hukum Di Universitas Galuh Ciamis


Jurnal34news.com -Bertempat di Auditorium Universitas Galuh Ciamis telah dilaksanakan kegiatan Seminar Hukum dengan tema Mewujudkan Penyelenggaraan Pemilu yang Cerdas, Berkualitas dan Berintegritas yang diselenggarakan oleh BEM Fakultas Hukum Unigal Ciamis dengan penanggungjawab kegiatan oleh Fauzi Ridwan, Rabu 20 Februari 2019 sekitar pukul 09.30 WIB s/d 12.00 WIB.

Hadir dalam kegiatan seminar tersebut diantaranya, Kapolres Ciamis AKBP Bismo Teguh Prakoso SH,SiK,MH, Ketua KPU Kab.Ciamis Dr. Drs.H.Agus Fatah Hidaya SIP, MSi, Rektor Unigal Ciamis Dr.Drs. H. Yat Rospia Brata, MSi, Dekan Fakultas Hukum Unigal Ciamis H. Dudung Mulyadi SH MH dan para mahasiswa Unigal Ciamis yang berjumlah kurang lebih 300 orang.

Ketua KPU Kab.Ciamis dalam sambutannya menyampaikan,pada pelaksanaan Pemilu 2019 akan dilaksanakan 2 pemilihan yaitu Pilpres dan Pileg. Asas dari pelaksanaan Pemilu 2019 adalah Langsung, Umum, Bebas, Rahasia, Jujur dan Adil. Penyelenggara Pemilu adalah KPU dan jajarannya sebagai pelaksana teknis dan Bawaslu serta jajarannya sebagai pengawas Pemilu.



“Saat ini sudah mendekati hari pelaksanaan pemungutan suara, dan KPU Kab. Ciamis saat ini tengah bersiap untuk menerima surat suara Pemilu 2019 yang berjumlah lk. 4,8 Juta surat suara yang terdiri dari 5 jenis suara yaitu surat suara Pilpres, DPD, DPR RI, DPRD Prov dan DPRD Kabupaten. Dan surat suara tersebut akan dilaksanakan penyortiran dan pelipatan oleh KPU Kab. Ciamis,” katanya.

Sementara Kapolres Ciamis mengatakan, Indonesia merupakan negara yang kaya raya akan sumber daya alam, sehingga menjadi daya tarik bagi negara lain untuk menguasainya. Hal inilah yang melamar belakangi penjajahan selama 3,5 abad oleh Belanda dan Jepang.

“Keanekaragaman Indonesia menjadi kekayaan sekaligus kelemahan mengingat dengan mudah para penjajah menerapkan strategi David at impera (politik adu domba) untuk memecah belah bangsa Indonesia kemudian menguasainya. Titik balik kebangkitan perlawanan adalah memunculnya rasa persatuan dan kesatuan bangsa dengan berdirinya Budi Utomo serta organisasi lainnya serta momen monumental sumpah pemuda,” tutur Kapolres.



Lanjut Kapolres menambahkan, salah satu cara Devide At Impera pada masa milenial sekarang adalah dengan penyebaran hoax (berita bohong), apalagi dalam pelaksanaan Pemilu 2019 terutama Pilpres dimana saat ini masyarakat cenderung terbagi menjadi dua kelompok pendukung Capres-Cawapres.

“Sehingga upaya untuk mengantisipasi perpecahan bangsa adalah dengan melawan hoax dengan cara tidak menyebarkan berita berita tanpa tahu berita tersebut benar atau tidak.
Upaya kepolisian dalam mengantisipasi hal tersebut adalah dengan melaksanakan berbagai sosialisasi, hambauan dan Deklarasi anti hoax, serta menindak tegas setiap pelaku hoax untuk menimbulkan efek jera,” tegasnya.

Polisi tidak dapat menyidik seseorang tanpa ada perbuatan yang melawan hukum, sehingga muncul istilah kriminalisasi. Seperti contoh kasus Ahmad Dhani yang disebut kriminalisasi, padahal postingannya di medsos telah melanggar UU ITE.

“Untuk itu, saya sebagai Kapolres menghimbau agar berhati hati dalam menggunakan medsos, serta menghimbau untuk bersama mensukseskan pelaksanaan Pemilu 2019,” harapnya.

Pada kesempatan yang sama, Fakultas Hukum Unigal Ciamis juga menjelaskan, pelaksanaan Pemilu 2019 ini bukan hanya sebagai pesta demokrasi, namun juga dijadikan sebagai ajang pesta menaati hukum, karena dengan banyaknya ujian dan cobaan bagi masyarakat untuk tidak melanggar hukum dalam pelaksanaan Pemilu ini.

Baik peserta maupun pemilih diatur oleh berbagai perundang-undangan sebagai dasar hukum, maka apabila masing-masing dapat menaati dasar hukum yang mengaturnya, maka niscaya pelaksanaan pemilu yg cerdas, berkualitas dan berintegritas akan dapat terwujud,” tandasnya
Share This Article :
JURNAL34NEWS

KASUS NARKOBA