Loading...
MASIGNCLEANSIMPLE101

DitjenPAS Siapkan Pengobatan bagi 17.000 Warga Binaan Penderita Hepatitis C



Jurnal34news,com Jakarta, ,- Peringati hari Hepatitis sedunia tanggal 28 Juli 2019, Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (DitjenPAS) menggandeng Kementerian Kesehatan (Kemenkes) siapkan tes dan pengobatan Hepatitis C bagi 17.000 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di UPT Pemasyarakatan se-DKI Jakarta.

“Kegiatan ini direncanakan akan dilaksanakan pada tanggal 28 juni s/d 28 Juli 2019 di seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan DKI Jakarta,” tutur dr. Hetty Widiastuti, Kasi Perawatan Pencegahan Penyakit Menular Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dalam rapat  Persiapan Percontohan Tes dan Pengobatan Hepatitis C bagi 17.000 Warga Binaan Pemasyarakatan di UPT Pemasyarakatan se_DKI Jakarta, Kamis (9/5).

Hadir dalam rapat persiapan itu Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI, Dr. Wiendra Waworuntu, Pengurus Besar Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia (PPHI), utusan World Health Organization (WHO) dan perwakilan Yayasan Koalisi Satu Hati serta pihak Rumah Sakit Pengayoman.

Hetty mengatakan bahwa pelaksanaan kegiatan di lapangan nantinya akan dilakukan oleh petugas kesehatan di UPT Pemasyarakatan dengan pengawasan dari Tim ahli Klinis Rumah Sakit Pengayoman.

Ia juga mengungkapkan bahwa sebenarnya selama ini pihak lapas maupun rutan di seluruh Indonesia telah berupaya maksimal melakukan pelayanan kesehatan termasuk penanggulangan hepatitis C walau dalam keterbatasan sarana maupun sumber daya medis.

“Dengan terjalinnya koordinasi yang baik dalam rapat ini kami berharap pelaksanaan dilapangan dapat berjalan dengan lancar dan lebih fokus dalam kegiatan Tes dan Pengobatan Hepatitis C bagi 17.000 Warga Binaan Pemasyarakatan di UPT Pemasyarakatan se-DKI Jakarta,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur P2PML Kementerian Kesehatan RI, Dr. Wiendra Waworuntu menyambut baik rapat persiapan dan gerakan yang akan dilakukan. Ia pun berharap konsep dan teknis penyelenggaraan tes dan pengobatan hepatitis C dalam menyambut hari hepatitis sedunia dapat berjalan dengan baik.

“Semoga ini tidak lantas berhenti disini saja. Pelaksanaan yang berkesinambungan terkait gerakan tes dan pengobatan hepatitis C penting dilaksanakan. Tidak hanya di UPT Pemasyarakatan DKI Jakarta, namun seyogyanya dapat dilaksanakan di seluruh Indonesia,” imbuhnya.(Red)
Share This Article :
JURNAL34NEWS

KASUS NARKOBA