Loading...
MASIGNCLEANSIMPLE101

Melalui Pameran Bersama, Pebisnis Indonesia-Kamboja Diharapkan Berkontribusi sebagai Engine of Growth di ASEAN



Jurnal34news.com - Siem Reap, Kamboja - 'Pameran bersama ini diharapkan dapat mempertemukan/menghubungkan para pebisnis/pengusaha Indonesia dan Kamboja untuk dapat saling mengembangkan potensi bisnis dan kerja sama di bidang perdagangan dan investasi yang pada waktunya diharapkan dapat berkontribusi sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi (engine of growth) kedua negara sebagai bagian dari Masyarakat Ekonomi ASEAN', ucap Duta Besar RI untuk Kerajaan Kamboja, Sudirman Haseng pada saat Konferensi Pers (12/7) di Kantor Kementerian Perdagangan Kamboja dalam rangka diseminasi informasi mengenai kegiatan Cambodia-Indonesia Friendship Trade Fair yang akan dilaksanakan di Preah Reach Damnak Park, Provinsi Siem Reap, Kamboja pada 19-21 Juli 2019. Konferensi Pers dipimpin oleh Dubes Sudirman dan H.E. Chhuon Dara, Secretary of State (SoS)/Wakil Menteri Perdagangan Kamboja yang dihadiri oleh jajaran pejabat tinggi Kementerian Perdagangan Kamboja serta media cetak dan elektronik setempat.

Pameran dagang bersama ini akan dilaksanakan oleh KBRI Phnom Penh bekerja sama dengan Kementerian Perdagangan Kamboja dan merupakan salah satu kegiatan peringatan 60 tahun hubungan diplomatik RI-Kamboja. Pameran secara resmi akan dibuka pada 19 Juli 2019 oleh Menteri Perdagangan Kamboja, H.E. Pan Sorasak, Duta Besar Sudirman Haseng dan Gubernur Provinsi Siem Reap, H.E. Tea Sheiha. Pameran yang akan berlangsung selama tiga hari ini akan dimulai dari Pukul 09.00 hingga 21.00 waktu setempat setiap harinya, tidak dikenakan biaya masuk dan terbuka bagi khalayak umum, bukan hanya pengunjung lokal tetapi juga wisatawan mancanegara yang sedang berkunjung ke Siem Reap.

SoS Chhuon Dara menyampaikan bahwa sekitar 60 perusahaan Indonesia/distributor/importer produk Indonesia di Kamboja dan 40 perusahaan Kamboja akan mempromosikan berbagai produk kedua negara yang berkualitas seperti makanan & minuman, otomotif, matras, buah segar (salak), balsam & minyak herbal, minyak goreng, kertas & alat tulis, obat-obatan, kerajinan tangan, dan batik Indonesia. Kegiatan pameran diharapkan dapat meningkatkan nilai perdagangan RI-Kamboja. Menurut Kementerian Perdagangan RI, pada tahun 2018, neraca perdagangan bilateral mencapai USD 558.619 juta (ekspor Indonesia: USD 525.597 juta dan impor Kamboja: USD 33.022 juta). Pada periode Januari – April 2019, neraca perdagangan mencapai USD 196.266 juta (meningkat 10,48% dibandingkan periode yang sama di tahun 2018).

'Selain exhibition, akan ada juga kegiatan presentasi/promosi oleh para peserta pameran, diantaranya adalah kontes makan Indomie, demo memasak oleh Tropical, presentasi produk sepeda motor oleh UMG, presentasi produk oleh Geliga, pengenalan batik tulis abstrak tradisional dan kontemporer, pengenalan kerajinan kayu limbah dan lain-lain', lanjut Dubes Sudirman, saat ditanya mengenai kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan selama tiga hari pameran berlangsung.

Pameran juga akan diikuti oleh para outbound travel agents/tour operator anggota Cambodia Association of Travel Agents (CATA) yang menjual paket wisata Indonesia. Selain itu, PT. Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko juga akan hadir mempromosikan Candi Borobudur yang memiliki hubungan historis dengan Angkor Wat di Siem Reap. Maskapai penerbangan (Citilink) juga akan hadir mempromosikan penerbangan langsung yang telah mendarat pertama kali dari Jakarta ke Phnom Penh pada 21 Juni 2019 lalu.

Pengunjung pameran juga akan dihibur oleh pertunjukan budaya Indonesia dan Kamboja persembahan dari Kementerian Pariwisata Indonesia dan Pemerintah Propinsi Siem Reap serta penampilan live music yang akan digelar setiap harinya pada pukul 16.00 – 21.00. (KBRI Phnom Penh)​


Share This Article :
JURNAL34NEWS

KASUS NARKOBA