Loading...
MASIGNCLEANSIMPLE101

Prihatin, Satu Keluarga Tinggal di Hutan Tanpa Lampu Listrik di Kasembon Malang


Jurnal34news.com -MALANG - Lantaran tidak memiliki lahan tempat tinggal dan harta lainnya, satu keluarga terpaksa tinggal di tengah hutan belantara di Desa Pondok Agung, Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Kondisi memprihatinkan ini dialami keluarga Ibu Sani (47), karena hidupnya tidak memiliki apa-apa dan secuil lahan untuk tempat tinggalpun tidak ada.

Menurut Ibu Sani ketika dihubungi Selasa (23/7), dia mengaku, nekat tinggal di tengah hutan nersama dua anaknya yakni, Donalisa (29) dan Koni Viki Setiana (15). Selain bersama dua anaknya, ibu kandungnya bernama Poniyen isia (98 tahun) juga ikut tinggal bersama dirumah gubug seadanya yang baru saja didirikan pekan lalu.

"Kami nekat tinggal ditengah dihutan sini kerena memang tidak punya apa-apa. Ini kami atas bantuan dari Pak Slamet Matri Kehutanan Kasembon memberi ijin tinggal dan mendirikan rumah gubuk hanya noleh dengan kayu," ujar Sani, Selasa (23/7) siang.

Sebelum tinggal di hutan, kata Ibu Sani, ia pernah tinggal di Desa Gobet masih Kecamatan Kesembon. Tinggal di desa itu, setelah mepulangannya dari Sumatra ke kampung halamannya di Pondok Agung sekitar tahun 90 an karena transmigrasi.

Ketika itu masih ada salah satu warga Fobet yang kasihan terhadap Sani dan memberikan lahan tempat cukup untuk tinggal sekeluarga. Namun selanjutnya, karena lahan yang ditempati akan digunakan pemiliknya terpaksa Sani harus keluar dari Desa Gobet.


"Kami pulang ke Desa Pondok Agung, Kasembon setelah suami saya meninggal tertimpa pohon yang tebang. Karena suami di Sumatra bekerja di kehutanan bagian tebang kayu, setelah kami hidup seadanya di Sumatra bersama anak-anak dan ibu kandung saya," kata Sani.


Sani menambahkan, ia berterima kasih kepada Pak Slamet Mantri Kehutanan karena telah mambantu mengijinkan mendirikan gubuk seadanya di tengah hutan persisnya Jalan PLTA Mendalan, Desa Pondok Agung yang ia tempati bersama keluarganya meski kondisinya tidak lampu penerang dari alira listrik dan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Pungkasnya.

Sementara Sukirno warga Pondok, Desa Pondok Agung, Kasembon,Kabupaten Malang-Jawa Timur membenarkan adanya satu keluarga yang terpaksa tinggal di tengah hutan dengan mendirikan rumah katu seadanya dan tanpa ada lampu penerang dari aliran listrik bahkan sumber air bersih pun tidak ada.

"Kami secara kemanusiaan merasa prihatin dan miris melihat keberadaan keluarga Ibu Sani karena terpaksa tinhgal di hutan lantaran tidak punya diera saat ini masih adanya kemiskinan tanpa ada perhatian dari semua pihak dan instansi terkait," ungkap Sukir.

"Saya berharap khususnya Pemerintah Kabupaten Malang khususya Desa Pondok Agung, Kecamatan Kasembon, supaya ada perhatian dan mencari jalan keluarnya terhadap keluarga Ibu Sani mendapat kehidupan yang layak," tandasnya. (Ls).
Share This Article :
JURNAL34NEWS

KASUS NARKOBA