ISEI : TENTANG OPTIMISME PROSPEK EKONOMI DOMESTIK 2021

Jakarta-Di penghujung tahun 2020 dalam situasi perekonomian masih belum pulih akibat pandemi Covid-19 menjadi concern ISEI untuk mendorong semua komponen bangsa bangkit dalam pemulihan ekonomi.  

Pada tanggal 21 Desember 2020 lalu,  Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia menggelar acara Pelantikan Pengurus ISEI Cabang Dan Diskusi Publik secara zoom meeting tanpa mengurangi makna dari webinar tersebut.

Perry Warjiyo selaku Gubernur BI dan Ketua Umum ISEI memaparkan makalah sebagai bahan diskusi dengan topik bahasan  "Bersinergi Membangun Optimisme Pemulihan Ekonomi".

Menurut Perry Pertumbuhan ekonomi pada tahun 2020 masih tertekan diangka  minus antara 2 - 3 persen, namun masih lebih baik dibandingkan pertumbuhan ekonomi global. Oleh sebab itu BI mengajak semua bagian untuk tetap optimis pada pemulihan ekonomi domestik di tahun 2021 dengan pertumbuhan ekonomi hingga 5 persen lebih.

Ia menerangkan pentingnya sinergi antar Lembaga Tinggi Negara dalam membangun optimisme pemulihan ekonomi baik Kementerian terkait, BI, OJK, dan LPS. Yang didukung oleh Kondisi prasyarat vaksinasi dan protokol Covid-19 serta Respon Kebijakan Kolaborasi antara lain :

1. Pembukaan Sektor Produktif dan Aman

2. Percepatan Stimulus Fiskal

3. Peningkatan Kredit (Permintaan & Penawaran)

4. Stimulus Moneter dan Kebijakan Makroprudensial

5. Digitalisasi Ekonomi dan Keuangan khususnya UMKM.

Foto Francisca Sestri Sekjen LPER

Dalam kesempatan ini salah satu anggota ISEI DKI Jaya Francisca Sestri yang juga Sekjen LPER menanyakan secara tertulis, tentang bagaimana sikap Bank Indonesia untuk membangkitkan, mendorong UMKM go online melalui program-program stimulus Pemerintah kepada UMKM yang sudah bagus antara lain: Belanja BUMN, Belanja Pemerintah dengan e-catalogue LKPP, akses Banpres per UMKM 2,5 juta, dan Pembebasan Pph. Ternyata banyak pelaku usaha sektor ini berada di zone terpencil yang belum ada infrastruktur internet? 

Masih menurut Francisca pertanyaan yang belum terjawab karena keterbatasan waktu, akan menjadi PR BI & Pemerintah dalam mewujudkan program digitalisasi ekonomi dan keuangan UMKM. (Sestri/Dea).

Komentar Anda

Lebih baru Lebih lama