Yayong Waryono Ketua Indeks Dukung Komjen Listyo Sigit Wibowo Menjadi Kapolri

Jakarta-Proses Fit n Proper test penunjukan Kapolri oleh Komisi III DPR RI berdasar surat Presiden kepada Ketua DPR RI yang menunjuk Komjen Sigit sebagai calon tunggal telah selesai dilaksanakan. Dalam proses tersebut tidak ada satu fraksipun yang menyatakan keberatan, dan menerima Komjen Sigit sebagai Kapolri secara Aklamasi.


Mulusnya proses Fit n Proper test salah satunya tidak terlepas dari paparan Visi Misi Komjen Sigit yang terlihat sangat visioner. Inti Demokrasi Kebangsaan (InDeKs), sebagai sebuah organisasi kemasyarakatan yang banyak bergerak pada ruang dan kegiatan yang edukatif mengapresiasi penunjukan dan proses terpilihnya Komjen Sigit sebagai Kapolri menggantikan Jenderal Idham Azis yang memasuki masa pensiun. 


Yayong Waryono sebagai ketua Indeks menyatakan," Penunjukan Komjen Sigit sebagai Kapolri adalah sebuah keputusan besar yang sangat bijak, ini menjadi momen bangkitnya optimisme seluruh Warga Negara Indonesia, bahwa siapapun memiliki kesempatan yang sama bisa menjadi Kapolri apapun latar belakangnya. Jika bangsa ini konsisten dengan kebersamaan dan persamaan, Insya Allah Indonesia akan menjadi bangsa yang besar.


Penunjukan Kapolri dari kalangan diluar muslim, selama dua puluh empat kali pergantian pucuk pimpinan Polri, sudah pernah terjadi sebanyak dua kali. Kapolri pertama dari luar muslim adalah Mayjen Pol. Soetjipto Danoe Koesoemo,  yang dari 30 Desember menjabat sejak 30 Desember 1963 sampai dengan 8 Mei 1965, pada masa pemerintahan Presiden Soekarno. Dan yang kedua adalah Letnan Jenderal Widodo Budidarmo yang menjabat sejak 26 Juni 1974 sampai dengan 25 September 1978, pada masa pemerintahan Presiden Soeharto.


Langkah Presiden Jokowi yang meneruskan kebijakan yang pernah dibuat oleh  Presiden Soekarno dan Presiden Soeharto ditengah situasi bangsa yang sedang mengalami kemerosotan nasiionalisme ditengah berkembangnya kelompok radikalisme sebagai sebuah langkah maju dan berani.


"terlepas dari semua pertimbangan politik atau lainnya, visi Komjen Sigit yang akan menjadikan Polri Presisi, adalah sebuah harapan baru menuju Polri yang lebih profesional, Polri yang humanis dan Polri yang lebih bermartabat sebagai sahabat mitra dan sahabat masyarakat. Pungkas Yayong menambahkan.

Komentar Anda

Lebih baru Lebih lama